Managing You Bos – Part 2


I.                  MENGETAHUI TIPE-TIPE ATASAN DAN CARA MENGATASINYA
Yang Ideal(The Ideal)
Atasan yang ideal adalah yang dapat mengarahkan dan membimbing, dapat menilai karya dan menghargai karyawan, dapat memecahkan masalah secara bersama-sama, dan dapat membangun semangat kerjasama diantara bawahanya.

 

Dia memberi dan menerima usula, saran dan rekomendasi dari bawahan dalam menetapkan apa yang hendak dicapai bersama serta batas-batas waktu untuk memcapainya. Dia akan mendorong bawahan untuk merencanakan standar kerjanya.
Dia akan menetapkan sasaran dan standar prestasi kerja yang jelas dan spesifik untuk pekerjaan bawahannya. Dia akan mengatur distribusi kerja dengan adil.
Dia akan menunjukan komitmen pribadi yang tinggi dalam mencapai sasaran kelompok kerjanya. Dia membantu bawahannya mengerti bagaimana pekerjaan mereka berperan dalam efektifitas kerja kelompok secara keseluruhan. Dia mendorong bawahan untuk terus meningkatkan standar kerjanya.
Alangkah senang dan nyamannya hidup anda jika anda mendapat atasan yang seperti itu.

 

Yang Perfeksionis (The Perfectionist) 
Seorang karyawan yang mempunyai atasan yang perfeksionis bercerita bahwa setiap dia melaksanakan tugas darinya, atasannya akan selalu berada di belakang punggungnya sambil mencari-cari kesalahan yang mungkin dia perbuat. Dia akan melancarkan serangkaian pertanyaan yang akan diakhiri dengan: “apa anda yakin dapat menyelesaikan pada waktunya?” padahal karyawan tersebut selalu mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. “Sya merasa di kecilkan jika setiap minggu dia menteror saya dengan pertanyaan tersebut. Dan lama kelamaan saya tidak termotivasi lagi untuk bekerja secara efektif, sehingga produktivitas saya menurun.” 
Apa yang harus anda lakukan bila anda menghadapi atasan yang demikian? Menurut seorang pakar manajemen, seorang atasan yang perfeksionis perlu fdisibukkan dengan hal-hal yang membuatnya sibuk berpikir. Jika dia meminta anda untuk mengerjakan tugas yang sudah anda lakukan yang menurut anda yang sudah terbaik, katakan bahwa masih banyak tgas-tugas lain yang menanti, dan mintalah dia untuk menentukan prioritasnya. Biasanya dia akan mundur apalagi bila dia merasa bahwa proyek-proyek lain akan terlambat.
Jika atasan anda selalu ‘nervous’  mengenai proyek yang diserahkan kepada anda, tawarkan jadwal pelaporan secara teratur. Dengan selalu melaporkan tahapan yang sudah anda selesaikan dan sedang anda kerjakan akan menghalau keinginan dia untuk selalu mensupervisi anda.
Dan yang terakhir, lindungilah perasan anda dengan cara berpikir bahwa anda tidak mungkin mendapatkan dukungan dari seorang atasan yang perfeksionis, karena itu jika anda memerlukannya, harus mencari dukungan dari orang-orang lain.

 

Yang Tidak  Peduli (The Aloof) 
Banyak karyawan merasa kecewa dengan atasan yang tidak pernah mengundangnya ke rapat-rapat penting atua tidak pernah menyediakan waktu untuk membicarakan suatu proyek yang ditugaskan kepada mereka.
Seorang atasan yang baik, harus mampu mengkomunikasikan apa yang dia harapkan dari bawahannya dengan jelas. Karyawan tidak boleh dibuat bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya diinginkan atasannya.
“Jika Bapak belum menentukan sesuatu untuk saya, saya akan melakukan ……..” 
Cara lainya adalah: misalnya jika atasan anda tidak mengundang anda pada rapat  yang sangat erat kaitannya dengan tugas anda, katakan: saya punya beberapa informasi yang mungkin bermanfaat untuk dibicarakan di dalam rapat yang akan datang.” Jika dia belum bereaksi, anda harus mencari seseorang yang dapat membuat atasan anda mendengarkan usul-usul anda.

 

Yang Galak (The Bully) 
Seorang atasan yang galak, akan ‘sewot’ bila dia merasa dilangkahi.
Pengalaman seorang ‘account manager’ disuatu biro periklanan yang baru bekerja satu minggu, telah setuju untuk mengembalikan beberapa materi iklan kepada kliennya. Saat dia melaporkannya pada suatu rapat intern, muka atasanya langsung merah seperti udang goreng, bibirnya bergetar saat berteriak bahwa karyawan tersebut harus menilpol kliennya dan menyatakanya bahwa dia tidak tahu menahu mengenai bisnis adpertasi dan tidak akan mengembalikan materi iklan tersebut.
Dengan pengalaman tersebut, dia selanjutnya memperhatikan bagaimana para rekan sekerjanya selalu kelihatan ciut nyalinya bilamana si atasan memaki-maki mereka –dan akhirnya karyawan baru itu menyadari bahwa atasan yang berperilaku tyran tersebut sangat menikmati ketakutan yang diperlihatkan bawahannya. Orang seperti itu harus dikonfrontir balik.
Sejak itu, sang karyawan mendapatkan kepercayaan baru, yaitu dia akan bersikap ‘melawan’ – dengan risiko paling buruk dikeluarkan dari perusahaan tersebut. Jika atasannya meninggalkan suaranya, diapun tidak mau kalah—akhirnya atasan tersebut lebih berhati-hati saat berhubungan dengan karyawannya. 
Cara lain untuk menanggulangi atasan yang cepat marah, Anda bisa berkata: “Saya tahu Anda ingin meningkatkan prestasi saya, tetapi jika Bapak berteriak seperti itu malah menurunkan prestasi saya, karena saya merasa kesal dan jalan pikiran saya menjadi buntu.”
Strategi apapun yang Anda lakukan untuk atasan yang galak seperti itu, lakukanlah dengan segera, karena bilamana Anda membiarkan hubungan pincang seperti itu berlanjut, akan sangat sukar untuk diuraikannya.
Cara lain, adalah meminta waktu kepada atasan Anda untuk berada berdua saja di kamar tertutup untuk membicarakan masalah hubungan kalian berdua. Jika segala cara di atas tidak ada hasilnya, cobalah hal di bawah ini :

·      Agar Anda tetap tenang saat atasan Anda berteriak-teriak, ucapan dalam hati: “Biarkan dia begitu, dia ‘kan bukan Anda!”

·      Cari titik-titik humor pada penampilan atasan yang sedang marah-marah: jika dia gemuk, perhatikan guncangan-guncangan dagu atau perutnya; atau mata kecilnya yang berputar-putar atau cuping hidungnya yang bergerak-gerak

·      Tunggu sampai atasan Anda berhenti sejenak, lalu katakan: “Saya mendapat kesukaran mendengar kata-kata Bapak, apakah bisa dulang dengan pelan-pelan supaya saya mengerti?”

 

Dan yang terakhir, jangan santai bila atasan yang galak tiba-tiba bermuka manis dan berbaik-baik dengan Anda, karena itu salah satu cara buat dia untuk mengambil hati Anda dan menempatkan Anda di bawah kekuasaannya kelak.

 

Yang Mabuk Keja(The Workaholic)
Seorang bos yang mabuk kerja tidak tahu beda antara kerja dan bersantai. Jika ingin tahu dia pada hari sabtu atau minggu, teleponlah kekantor, dia pasti ada disana.
Ya
ng lebih buruk lagi, atasan seperti mengobrak-abrik waktu pribadi anda dengan telepon atau mengirim memo dan intruksi, sehingga susah membedakan rumah dari kantor.
Sebaiknya anda memberikan batasan pada ‘kehadiran’ anda. Berikan pengertian kepada atasan anda bahwa diluar jam kerja, anda hanya bisa dihubungi bila mana ada ‘krisis’  atau keadaan darurat, selain dari pada itu anda punya hak untuk kehidupan pribadi bersama keluarga anda. Jika dia menanggapinya dengan marah, yakinkah dia bahwa anda pasti dapat menangani proyek tersebut besok di kantor. Minta kepadanya untuk menentukan prioritas mengenai tugas mana yang harus dikerjakan segera, dan mana yang bisa menunggu.

 

Yang Lembek(The Jellyfish)

 

Ada atasan yang memperkerjakan karyawan dengan asumsi bahwa semua orang tahu apa yang dikerjakannya. Dia selalu menghindari konflik. Jika seseorang berbuat kesalahan, kita harus menghindari persoalan tersebut, dan bukan mengoreksinya secara tegas. Dia takut untuk menyakiti seseorang.

 

Atasan seperti itu bersifat ‘lembek’ . dia tidak pernah tega untuk menegur karyawannya secara tegas. Jika seketarisnya tidak mengerjakan filing lebih dari satu bulan dan menghambat jalanya rapat karena file tidak bisa ditemukan, dia tidak berani menegur seketarisnya. Seorang ‘jellyfish’ tidak pernah melakukan tugasnya karena dia takut untuk menyebabkan konflik.

 

Jadi, andalah yang harus melakukannya. Katakan kepada atasan anda. “saya rasa kita harus menegur Rita, kemarin dia menghilangkan surat kontrak lagi, kali ini kontrak kita dengan Mitsubishi Bank. Bagaimana menurut bapak?” Anda mengabil inisiatif namun tidak melangkahinya.

 

Membangkitkan kepercayaan atasan adalah satu strategi yang baik. Misalnya bila anda bisa memperlihatkan  fakta-fakta yang aktual untuk mendukung tindakan-tindakan yang anda usulkan sedikit demi sedikit si ‘jellyfish’  akan memegang kendali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s