Managing Your Bos – Part 1


MEMBINA HUBUNGAN DENGAN ATASAN
Kepercayaan sebagai dasar hubungan anda dengan atasan
Hubungan anda dengan atasan harus didasari oleh rasa saling percaya. Jika anda saling percaya segala hal bisa diatur. Jika atasan mempercayai anda, diamenganggap anda sebagai karyawan yang cukup berharga untuk dimiliki dan dipertahankan.

 

Kepercayaan adalah suatu hal yang tidak mudah didapat, namun mudah hilangnya. Untuk mendapat kepercayaan, anda harus tahu apa yang diharapkan atasan dari anda. Apakah anda seorang karyawan yang selalu menyelesaikan tugas dengan tuntas, tepat waktu dan tanpa salah?

 

Dapatkah atasan anda memberikan tugas kepada anda karena tahu bahwa anda dapat melaksanakannya dengan baik tanpa pengawasan darinya? Kepercayan seperti itu penting sekali. Coba andaikan diri anda adalah dirinya: bisakah anda duduk tenang berhari-harisambil menguatirkan apakah laporan-laporan dapat diselesaikan sebelum rapat yang akan datang? Ataukah akan mencari orang lain membantu anda menyelesaikan hal tersebut secepatnya?

 

Seorang karyawan yang mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan benar sejak semula, serta mengerjakan tepat waktu merupakan ‘aset penting’ bagi atasannya.

 

Bentuk kepercayan lainnya adalah kemampuan anda untuk menyimpan rahasia. Seorang karyawan yang menyebarkan informasi rahasia yang didapatkan karena jabatannya misalnya mengenai gaji dan membocorkannya kepada orang lain, akan dicap sebagai orang yang tidak dapat dipercaya. Tidak hanya itu, mungkin akan kehilangan pekerjaan. Jika anda selalu membocorkan informasi yang sifatnya sensitif, atasan anda akan menutupi segala rahasia dari anda.

 

Dengan membuktikan diri anda sebagai orang yang dipercaya, anda menunjukan bahwa anda mampu memangku tanggung jawab yang lebih tinggi. Nah bila hal itu terjadi, anda tidak akan mempunyai kesukaran untuk mengatur atasan anda.       

 

Yang Mabuk Kerja (The Workaholic)

 

Seorang bos yang Mabuk Kerja tidak tahu beda antara kerja dan bersantai. Jika ingin bertemu dia pada hari Sabtu atau Minggu, teleponlah ke kantor, dia pasti ada di sana.

 

Yang lebih buruk lagi, atasan seperti itu mengobrak-abrik waktu pribadi Anda dengan telepon atau mengirim memo dan instruksi, sehingga susah membedakan rumah dari kantor.

 

Sebaiknya Anda memberikan batasan pada ‘kehadiran’ Anda. Berikan pengertian kepada atasan Anda bahwa di luar jam kerja, Anda hanya bisa dihubungi bilamana ada ‘krisis’ atau keadaan darurat, selain daripada itu Anda punya hak untuk kehidupan pribadi bersama keluarga Anda. Jika dia menanggapinya dengan marah, yakinkan dia bahwa Anda pasti dapat menangani proyek tersebut besok di kantor. Minta kepadanya untuk menentukan prioritas mengenai tugas mana yang harus dikerjakan segera, dan mana yang bisa menunggu.

 

Yang Lembek (The Jellyfish)

 

Ada atasan yang memperkerjakan karyawan dengan asumsi bahwa semua orang tahu apa yang dikerjakannya. Dia selalu menghindari konflik. Jika seseorang berbuat kesalahan, kita harus menghindari persoalan tersebut, dan bukan mengoreksinya secara tegas. Dia takut untuk menyakiti seseorang.

 

Atasan seperti itu bersifat ‘lembek’. Dia tidak pernah tega untuk menegur karyawannya secara tegas. Jika sekretarisnya tidak mengerjakan filling lebih dari satu bulan dan menghambat jalanna rapat karena file tidak bisa diketemukan, dia tidak berani menegur sekretarisnya. Seorang ‘jellyfish’ tidak pernah melakukan tugasnya karena dia takut untuk menyebabkan konflik.

 

Jadi, Andalah yang harus melakukannya. Katakan kepada atasan Anda. “Saya rasa kita harus menegur Rita, kemarin dia menghilangkan surat kontrak lagi, kali ini kontrak kita dengan Mitsubishi Bank. Bagaimana menurut Bapak?”Anda mengambil inisiatif namun tidak melangkahinya.

 

Membangkitkan kepercayaan atasan adalah satu strategi yang baik. Misalnya bila Anda bisa memperlihatkan fakta-fakta yang aktuil untuk mendukung tindakan-tindakan yang Anda usulkan –sedikit demi sedikit si ‘jellyfish’ akan memegang kendali.

2 thoughts on “Managing Your Bos – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s