Managing Your Bos – Part 3


       CARA-CARA MEMBINA HUBUNGAN DENGAN ATASAN DAN KIAT AGAR ATASAN ANDA MENERIMA USUL ANDA

Anda mungkin saja seseorang pekerja paling efisien, dan rekan-rekan sekerja sangat menyukai anda. Namun bila anda tidak bisa bekerjasama dengan atasan anda, karir anda akan tetap disana. Bagaimana caranya membina hubungan yang baik dengan atasan.

(1)   Keep the Boss Informed. Pastikan atasan anda tidak mendapat kejutan-kejutan. Jika seseorang selalu mendapat informasi, dia akan lebih toleran. Hal yang buruk adalah bilamana seorang atasan mendapat pertanyaan dari orang lain mengenai apa yang dikerjakan bawahannya dan dia tidak tahu jawabannya. Saat itulah dia akan selalu mengutak-atik apa yang anda kerjakan. Seringkali kita menghadap atasan hanya jika ada hal-hal buruk dan minta pertolongannya, tetapi mereka akan lebih berterima kasih bila mendengar hal-hal yang baik dari Anda.

(2)  Never go over your manager’s head. Jangan pernah melangkahi kepala atasan Anda –akan menjadi boomerang bagi Anda! Jika Anda melakukan hal tersebut, siapapun yang mengetahuinya akan percaya bahwa satu saat andapun akan melangkahi kepala mereka. Mungkin ada saat yang tepat untuk melakukannya, yaitu saat Anda siap untuk mengundurkan diri.

(3)  Never disagree with your manager in public. Adalah hal yang memperlihatkan kepicikan Anda bila membawa atasan Anda pada satu argumentasi di dalam rapat. Dan hal tersebut tidak akan membuat Anda benar, atasan Anda tidak akan pernah menerima pendapat Anda. Mintalah waktu kepada atasan Anda dan katakan: “Ada hal-hal yang membuat saya tertarik akan sesuatu hal dari rapat tadi.” Dengan cara pendekatan demikian Anda akan lebih mungkin mencapai sasaran Anda.

(4)  Never say anything negative about your manager. Jika anda mengatakannya, katakan kepada sahabat Anda yang tidak bekerja di perusahaan Anda atau kepada istri/suami anda saja. Anda harus berhati-hati kepada siapa Anda menceritakan keburukan atasan Anda. Ingatlah apakah Anda juga akan bisa mengatakan hal yang sama jika atasan anda datang pada Anda: “Memang benar, Anda orangnya suka mengomel.” Dan apakah Anda siap untuk mempertahankan diri bila ditegur mengenai hal itu?

(5)  Make sure you clearly understand your manager’s priorities. Pastikan bahwa Anda mengerti hal-hal yang diprioritaskan oleh atasan Anda. Sering sekali prioritas tidak diucapkan dengan jelas. Tiba-tiba atasan Anda mencereweti Anda tentang hal-hal yang tidak pernah disinggung sebelumnya –itu tandanya dia dapat teguran dari atas. Anda harus selalu siap untuk menghadapi pergeseran prioritas atasan Anda

(6)  Manager will critisize you for things they are weak in. “Hal seperti itu biasa saja”. Jika Anda tahu sedikit saja mengenai hal ini, anda tidak akan sedemikian membela diri, saat itu terjadi.

(7)  Adapt to your manager’s style as much as possible. Jika prioritas manager adalah untuk mendapatkan laporan yang rinci, janganlah membuat laporan satu halaman, hanya karena menurut Anda itulah yang diperlukan. Tidak berarti bahwa Anda harus selalu melakukan kompromi mengenai etika atau nilai-nilai yang dianut. Jika saja anda setuju untuk menyesuaikan diri sedikit saja, atasan Anda akan lebih bersedia untuk mendengar masalah-masalah besar yang anda sampaikan daripada mengorek-ngorek masalah-masalah kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s