Managing Your Bos – Part 4


       MENERIMA PENDELEGASIAN WEWENANG SERTA LANGKAH-LANGKAH MENYELESAIKAN KONFLIK
Mencoba mengerti atasan Anda akan menyebabkan kehidupan karir anda lebih nyaman ditinjau dari beberapa segi. Misalnya, usahakan mengajukan dua solusi untuk setiap masalah, satu solusi yang Anda yakin akan menyenangkan atasan Anda, dan satu lagi solusi yang menurut Anda akan lebih mendekatkan anda ke sasaran. Biasanya, atasan yang paling ‘kaki’-pun biasanya membiarkan Anda untuk menyelesaikan persoalan dengan cara anda sendiri –asalkan dia yakin bahwa anda tetap ‘loyal’ terhadapnya.

 

Sebelim anda melakukan tindakan, buatlah analisa pribadi. Biasanya, biar bagaimana pun ‘brengsek’-nya atasan, anda punya andil dalam konflik tersebut.

 

Cobalah berbicara dengan orang-orang yang mengenal anda berdua, dan mintalah umpan-balik darinya mengenai anda berdua. Jika anda mengetahui sejauh mana keterlibatan anda di dalam konflik dengan atasan, anda akan lebih bisa merubah perilaku atasan anda.

 

Namun jika anda tidak berhasil, ada hikmahnya dari seorang perilaku atasan yang susah diikuti. Para atasan yang dianggap paling buruk, biasanya mempunyai banyak hal untuk diajarkannya kepada Anda.

 

“The bully” misalnya, biasanya ahli menyelesaikan tugas-tugas yang sukar dilaksanakan.

 

“The perfectionist” bisa memaksa anda untuk menyelesaikan tugas anda jauh lebih baik dari yang anda harapkan.

 

Anggaplah mengatur atasan yang susah diatur itu sebagai tantangan bagi anda untuk meningkatkan profesionalisme anda.

 

Melibatkan diri dengan atasan yang sukar diikuti, memaksa anda untuk mengatur prioritas, menanggulangi ketakutan akan sesuatu, membuat anda tetap tentang dalam tekanan pekerjaan, serta memberikan kesempatan bagi anda untuk mengajukan fasilitas kerja yang lebih baik.

 

Di samping itu, anda pun terpaksa mempertajam keterampilan anda agar dapat menetralisir ketegangan-ketegangan yang ditimbulkan oleh perilaku atasan anda tersebut.

 

Karyawan yang dapat ‘survive’ mengikuti atasan yang paling sulit patuh mendapat penghargaan atas kesuksesannya menanggulangi situasi-situasi yang sulit. Dan, karena atasan yang begitulah banyak karyawan yang tidak tahan sehingga keluar, menyebabkan mereka yang mampu bertahan mendapat kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan karirnya.

 

Atasan yang sulit dapat juga mengajari anda mengenai apa yang tidak boleh anda lakukan jika kelak anda menjadi atasan –sehingga anda akan menjadi atasan yang lebih baik daripada atasan anda tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s