KOMPETENSI PRAKTISI PENGEMBANGAN SDM


PENDAHULUAN

Kompetensi, bukanlah sebuah konsep yang baru. Di Amerika Serikat, konsep kompetensi modern mulai diperkenalkan pada awal tahun 70-an. McClelland mendefinisikan kompetensi (competency) sebagai: karakteristik yang mendasar yang dimiliki seseorang yang berpengaruh langsung terhadap, atau dapat memprediksikan, kinerja yang sangat baik. Dengan kata lain, kompetensi adalah apa yang para outstanding performers lakukan lebih sering, pada lebih banyak situasi, dengan hasil yang lebih baik, daripada apa yang dilakukan para average peiformers.

Menurut McClelland, kompetensi bisa dianalogikan seperti “gunung es” di mana keterampilan dan pengetahuan membentuk puncaknya yang berada di atas air. Bagian yang ada di bawah permukaan air tidak terlihat dengan mata telanjang, namun menjadi fondasi dan memiliki pengaruh terhadap bentuk dari bagian yang berada di atas air. Peran sosial dan citra diri berada pada bagian “sadar” seseorang, sedangkan Trait dan Motif seseorang berada pada alam “bawah sadar”nya.

Terdapat berbagai macam definisi kompetensi. Tetapi definisi yang sering dipakai adalah sejumlah karakteristik yang mendasari individu untuk mencapai kinerja superior.  Berikut ini beberapa referensi yang berkaitan dengan definisi kompetensi:

a)       Kompetensi merujuk kepada pengetahuan (knowledge), keahlian (skills) dan kemampuan (abilities), yang dapat didemonstrasikan, yang dilakukan dengan standar tertentu. Kompetensi dapat diobservasi, merupakan tindakan perilaku yang memerlukan kombinasi dari ketihga hal ini. Kompetensi ini ditunjukkan dalam konteks pekerjaan dan dipengaruhi oleh budaya organisasi dan lingkungan kerja. Dengan kata lain, kompetensi meliputi kombinasi dari pengetahuan, keahlian dan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan atau fungsi di dalam setting pekerjaan (JGNConsulting Denver. USA)

b)       Kompetensi terdiri atas pengetahuan, keahlian dan aplikasi yang konsisten dari keduanya untuk mencapai standar kinerja yang diperlukan dalam pekerjaan (Competency Standards Body Canberra 1994)

c)        Kompetensi merupakan model yang mengidentifikasi keahlian, pengetahuan dan karakteristik yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan ((A. D. Lucia & R. Lepsinger / Preface xiii).

Dari ketiga definisi di atas dapatlah dirumuskan bahwa kompetensi diartikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan dan sikap atau KSA (Knowledge, Skill , Attitude) dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar performance yang ditetapkan.

Sejalan dengan definisi di atas, R. Pahlan dalam Mangkuprawira (2009), meringkas karakter yang membentuk kompetensi menjadi lima karakter saja, yaitu pengetahuan, keterampilan, konsep diri dan nilai-nilai, karakteristik pribadi dan motif.

Tulisan ini, lebih lanjut akan menguraikan tentang Kompetensi-kompetensi Praktisi Pengembangan Sumber Daya Manusia yang telah dibahas oleh Barney Erasmus, Vadm Pieter Loedolff dan MR Filip Hammann dri Universitas Afrika Selatan dalam jurnalnya yang berjudul Competencies for Human Resource Development Practitioners. Kemudian di bagian akhir tulisan, akan diungkapkan kompetensi yang diterapkan dalam konteks ke-Indonesiaan.

SELENGKAPNYA…. DOWNLOAD di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s