Powerfull Branding and Selling


Uupss…! Tiba-tiba saya disodori sebuah topic untuk dituliskan dalam bentuk artikel oleh panitia Muslim Entrepreneur Forum 2012, yang rencananya akan diselenggarakan pada 26 Januari 2012 yang akan datang di Gedung Smesco, Jakarta. Sebuah topic yang sebenarnya mencakup dua hal berbeda dan membutuhkan bahasan yang panjang, “Powerfull Branding and Selling”. Branding membutuhkan sebuah strategi tertentu, dan selling pun memerlukan strateginya sendiri. Tapi okelah….saya akan coba integrasikan keduanya. Semoga berhasil!

Dalam konteks bisnis, aktivitas branding memang selalu diarahkan pada penjualan (selling). Bahkan sering kali kesuksesan penjualan menjadi ukuran keberhasilan sebuah strategi branding. Meski keduanya bertautan sangat erat, tetapi ada perbedaan orientasi yang cukup mendasar dari kedua istilah di atas.

Powerfull Branding

Branding, pada dasarnya merupakan rancangan strategi yang difokuskan pada upaya menciptakan perbedaan (differentiation) pada produk atau jasa (service) yang kita tawarkan kepada konsumen agar ‘terlihat’ berbeda dengan kompetitor. Dalam kacamata marketing, branding sesungguhnya lebih dari sekedar mengkomunikasikan symbol, slogan, tapi juga janji yang akan diberikan manakala konsumen menggunakan produk atau service kita. Dengan begitu, esensi target dari aktivitas branding adalah memperoleh ‘secuil tempat’ dalam benak (memori) konsumen dengan cara menciptakan persepsi tentang apa yang hendak kita tawarkan hingga konsumen mau melakukan pembelian. Semakin kuat kita mampu mencuri interest dan attention konsumen ditengah-tengah ‘rimba’ ribuan brand setiap hari, maka akan semakin besar peluangnya untuk nempel di memori konsumen. Disinilah pentingnya sebuah strategi marketing komunikasi agar brand bisa out standing diantara brand lainnya.

Hal lain yang juga harus dilakukan untuk menciptakan powerfull branding adalah dengan menciptakan hubungan yang intensif [lihat ‘membangun personal branding’, http://www.bey.syafaat.com]. Semakin dekat sebuah brand dengan konsumennya, maka akan semakin susah sebuah brand untuk dilupakan. Terlebih jika hubungan itu bisa menghasilkan sebuah pengalaman (experience) yang berkesan dalam. Wah….sebuah keberhasilan yang luar biasa! Coba bayangkan saat Anda berhasil memberikan sesuatu yang amat berkesan pada pasangan hidup Anda. Apa yang terjadi? Begitu indah bukan?

Lalu, apa langkah yang harus kita lakukan agar branding kita bisa powerfull? Berikut tipsnya.

  1. Buatlah brand Anda dengan identitas yang jelas. Identitas sebagai sebuah produk atau service yang ingin dipersepsikan ditengah public dengan benar dan tepat. Itulah yang sering dikenal dengan istilah positioning. Kalau Anda ingin dikenal sebagai Pengusaha batik, fokuslah pada batik, jangan yang lain.
  2. Ciptakan keunggulan yang berbeda (differensiasi). Differensiasi bisa dilakukan melalui produk (unique selling proposition), bisa juga dari aspek layanan, atau mungkin dari sisi orangnya. Intinya kita bisa terbedakan secara cepat dengan para competitor. Misalnya dengan menciptakan batik berornamen Islami seperti pada bangunan-bangunan di Negara Timur Tengah.
  3. Ciptakan pengalaman yang berkesan. Pengalaman yang mampu dikontrol secara baik dan menyentuh sisi-sisi emosional akan memperpanjang usia hubungan brand kita dengan customer-nya. Anda bisa buat misalnya konsep ‘Batik One Stop Shopping’. Konsumen beli bahan disitu, diukur dan dijahit disitu plus didampingi oleh konsultan desainer dan kepribadian.
  4. Lakukan komunikasi secara tepat. Dibutuhkan strategi yang terstruktur dengan baik dan terencana dalam balutan ide komunikasi yang kreatif. Saat orang larut dalam apapun bentuk komunikasi pemasaran yang kita lakukan, berarti satu tahap penjualan telah berhasil kita raih. Untuk yang satu ini bisa dirancang komunikasi yang semua bahannya menggunakan kain batik.

Selesai sudah sebuah rangkaian branding yang terintegrasi. Sampai di sini cukup? Tidak! Berikutnya kita harus lanjutkan dengan action penjualan (selling).

Powerfull Branding & Selling

Saya sengaja tidak memisahkan selling dengan aktivitas branding. Karena sebenarnya, ketika aktivitas branding dilakukan secara taktis dan optimal maka itulah bagian dari kegiatan penjualan itu sendiri. Selling bagi saya adalah muara dari keseluruhan komunikasi dan pemasaran yang dilakukan secara terintegrasi. Letak perbedaannya dengan branding adalah pada orientasi akhir, yaitu terjadinya komitmen dan transaksi.

Titik kritis dari selling adalah bagaimana kita bisa meyakinkan dengan sabar bahwa apa yang kita tawarkan adalah apa yang konsumen inginkan dan butuhkann.

Aplikasi Syariah dalam Aktivitas Branding dan Selling

Secara mendasar, seorang Muslim yang sadar akan ‘kemuslimannya’ ia harus menyandarkan segala hal pada halal dan haram, boleh dan tidak boleh menurut Allah swt dan Rasul-Nya. Demikian pula dalam aktivitas seperti terurai di atas, agar mendapatkan rezeki yang thoyib dan halal lagi barokah. Bukan begitu…?

Oleh karenanya, kedua aktivitas di atas agar halal harus memperhatikan beberapa aspek:

  1. Produk atau jasa yang dijual harus halal
  2. Produk atau jasa yang dijual harus sesuai dengan spek (spesifikasi)
  3. Tidak ada kebohongan (sesuatu yang ditutupi) dalam mengkomunikasikannya
  4. Tidak ada keharaman dalam melakukan komunikasi (misal: eksploitasi aurat)
  5. Menerapkan transaksi jual beli yang benar secara syar’iy

Wallahu’alam. Semoga bermanfaat.

Penulis :

Bey Laspriana (Founder dan Konsultan Syariah Marketing Communication)

URL : http://pengusaharindusyariah.com/powerfull-branding-and-selling/

Sosialisasi Muslim Entrepreneur Forum 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s