Refleksi Akhir Tahun 2011 : OBAMA DI KTT ASEAN


5. KEDATANGAN OBAMA DI  KTT ASEAN, BALI 2011:

Mengokohkan Dominasi AS atas Asia Tenggara

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur di Bali 17-19 November 2011 telah berakhir. Obama telah kembali ke negaranya. Ia sukses membawa misi AS di KTT ini: makin menancapkan kukunya di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Obama juga pulang dengan meninggalkan sebuah pangkalan militer di Darwin, Australia.

Sejak awal, kunjungan Obama ke KTT itu memang direncanakan untuk kepentingan Amerika Serikat. Gedung Putih (Daniel Russel ) menyatakan kunjungan Presiden Barack Obama ke Asia sebagai kesempatan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan perdagangan, dan membuka pasar untuk barang-barang Amerika. Obama berkomitmen untuk menyeimbangkan kembali wilayah Asia, di mana demokrasi mulai muncul dan pengaruh Tiongkok yang semakin besar. Dia mengatakan rakyat Amerika ingin tahu apakah Amerika Serikat dapat menjadi tonggak stabilitas dan memproyeksikan kepentingannya di kawasan Pasifik. (http://www.voanews.com/indonesian/news/Lawatan_Obama_ke_Asia_Untuk_Penciptaan_Lapangan_Kerja.html ). Sementara Indonesia sendiri sejak awal keterlibatan adalam acara ini tidak punya agenda jelas. Posisinya Indonesia seperti sebatas event organizer (EO) untuk melayani kepentingan AS.

Ada sembilan butir kesepatakan KTT dalam tersebut, yakni: 1). Langkah-langkah konkret guna memperkuat ketiga pilar Komunitas ASEAN, 2). Penguatan pertumbuhan ekonomi di kawasan. Indonesia terus mendorong langkah-langkah bersama bagi penguatan pertumbuhan ekonomi kawasan, 3). Mengambil peran utama dalam menata arsitektur kerja sama kawasan yang lebih efisien dan efektif, 4). Menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Asia Tenggara, 5). Penguatan peran ASEAN secara global, 6). Upaya bersama untuk memperkuat ekonomi Asia Timur (Kawasan EAS), 7). Upaya bersama untuk membangun landasan dan tindakan nyata menangani food, water, and energy security serta climate change, 8). Upaya bersama untuk mengatasi non-traditional security challenges: natural disasters, terrorism, transnational crimes, 9). Upaya bersama untuk memelihara perdamaian, keamanan dan stabilitas dan ketertiban Kawasan Asia Timur.

Dari butir kesepakatan itu tampak kuatnya dominasi AS. Melalui KTT itu AS berusaha mengerem pengaruh China dengan cara mengikat semua sektor strategis khususnya pertahanan keamanan (militer) dan ekonomi.

Misalnya, AS dengan gamblang berencana menempatkan 2.500 personil tentaranya di pangkalan militer AS di Darwin, Australia. Obama mengatakan pasukan itu ditujukan untuk penanggulangan keadaan darurat dan kemanusiaan. Pertanyaannya, keadaan darurat apa yang dimaksud? Pastinya bukan untuk bencana alam karena Australia bukan kawasan rawan bencana. Yang paling mungkin, kehadiran pasukan dengan kemampuan khusus itu adalah untuk (1) mengamankan dominasi AS di ASEAN di antaranya dari pengaruh China; (2) untuk menjaga ‘aset’  Freeport di Papua. Jarak antara pangkalan militer tersebut dengan wilayah RI hanya 820 km, dan dekat dengan Papua.

KTT Asia Timur ini memperlihatkan konflik yang menonjol antara China dan Amerika Serikat. AS berusaha melebarkan pengaruhnya di ASEAN dan mengurangi pengaruh China melalui pendekatan politik kawasan, yakni kepada sekutu-sekutunya di ASEAN. Sedangkan China menghendaki penyelesaian secara bilateral. Menlu Cina Wen Jibao juga menolak masuknya “pasukan luar” untuk terlibat dalam perselisihan di kawasan Laut China Selatan. China sendiri berusaha menancapkan pengaruhnya di antaranya dengan berencana memberikan dana 3 miliar yuan (US$ 473 miliar) untuk kerjasama industri maritim dengan negara-negara Asia Tenggara.

Kebijakan ini menunjukkan AS melihat ASEAN sebagai kawasan geopolitik yang amat strategis karena sebelumnya AS telah menempatkan militernya di Singapura, Korea Selatan, Guam dan Jepang.

KTT ini juga menghasilkan kesepakatan mengenai penanganan soal perubahan keamanan non-tradisional yakni terorisme, bencana alam, dan kejahatan internasional.  Lagi-lagi soal terorisme sangat menonjol. Negara-negara di kawasan ini dituntut untuk mengimplementasikan ASEAN Convention on Counter-Terrorism (Konvensi ASEAN tentang kontra terorisme) dan ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crime (Rencana Aksi ASEAN melawan Kejahatan Transnasional).

Pembahasan isu terorisme tidak pernah ketinggalan dibawa AS di manapun. Sejak tragedi WTC 11 September 2011, AS menjadikan isu ini untuk menggebuk siapa saja yang akan meruntuhkan hegemoninya meski itu dilakukan dengan jalan damai.

Khusus kepada Indonesia,  AS juga mengucurkan bantuan keuangan berupa hibah dan investasi. Sejumlah perusahaan AS berencana untuk menambah investasi ke Indonesia hingga sebesar 450 juta US$. Di antaranya adalah Freeport, yang bersama sejumlah perusahaan lain telah bertemu dengan SBY pada pertemuan KTT APEC di Honolulu, Hawaii, 14 Nopember lalu.

China tampaknya tidak ingin kalah dengan kampanye yang dilakukan oleh Obama. Sebelumnya Obama menggelar kampanye diplomatik dengan menegaskan bahwa Washington sebagai kekuatan Pasifik. Para pengamat menilai China tampaknya terganggu dengan rencana penempatan militer AS di Australia. Hanya berselang sepekan setelah KTT berakhir, Cina mengumumkan akan menggelar latihan perang Angkatan Laut di kawasan samudera tersebut.

Trans Pacific Partnership (TPP)

Seperti diketahui, pada KTT  APEC 2011 di Honolulu, Hawaii, Barack Obama, mempromosikan kerjasama baru bernama Trans Pacific Partnership (TPP). Beberapa negara ASEAN sudah bergabung dalam kerjasama perdagangan bebas baru itu.

TPP sendiri diprakarsai sembilan negara dimana empat negara di antaranya adalah anggota ASEAN, yaitu Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Otomatis empat negara tersebut sudah masuk menjadi anggota TPP. Sementara sejumlah negara Asia lain yang sudah siap bergabung yakni Jepang dan Thailand. Sedangkan dari Pasifik ada Kanada, AS, Meksiko, Selandia Baru, dan Australia.

Bagaimana dengan Indonesia? Tampaknya belum akan segera bergabung. Presiden SBY menegaskan, dirinya bukan mencurigai isu perdagangan bebas baru yang digagas AS-Australia itu. Tapi yang jauh lebih penting, menurutnya adalah terwujudnya perdagangan yang adil dan mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penolakan Indonesia terhadap ajakan Presiden AS Barack Obama bukan tanpa alasan kuat. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan perdagangan bebas yang digagas AS itu bakal tumpang tindih dengan perjanjian perdagangan lainnya yang sudah ada khususnya di ASEAN. Apalagi menurutnya, konsep TPP juga belum jelas benar. Saat ini pemerintah akan lebih fokus membenahi ekonomi terlebih dahulu, termasuk soal daya saing.

Penolakan terhadap TPP mungkin menjadi satu langkah maju bagi Pemerintah Indonesia. Apakah penolakan TPP merupakan langkah awal kabinet SBY untuk melakukan koreksi atas berbagai FTA (Free Trade Agreement) yang sangat liberal?

Mengapa AS bergitu ngotot mengajak Indonesia bergabung dalam TPP? Semua itu tidak lepas ‘ada udang di balik batu’. Pemerintah AS tentu berkepentingan besar terhadap TPP tersebut. Dengan beban keuangan negara dan tekanan pengangguran yang sangat berat, serta terbatasnya pilihan kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi, TPP memiliki arti sangat penting bagi AS. Apalagi AS menganggap TPP tidak hanya sebatas perdagangan bebas, tetapi menjadi model kerja sama ekonomi yang lebih luas. Ini tentu menjadi harapan baru bagi AS untuk menyelesaikan masalah pengangguran dan krisis ekonomi yang tengah melanda.

Sebagai pengembang ideologi kapitalisme, AS memang terus akan mendorong perdagangan bebas yang merupakan bagian dari paket liberalisasi ekonomi. Dalam liberalisasi ekonomi, peran dan tanggungjawab pemerintah dalam sektor ekonomi akan dihilangkan. Bahkan, kemudian menyerahkan semuanya kepada individu dan mekanisme pasar (kekuatan penawaran dan permintaan).

to be continued …..

URL : http://hizbut-tahrir.or.id/2011/12/18/refleksi-akhir-tahun-2011/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s